DOSA SYIRIK
A. MAKNA SYIRIK
Syirik berarti menjadikan tandingan bagi Allah, atau menyekutukanNya dengan selainNya (makhluk), Rasulullah saw. bersabda:
Rasulullah saw. pernah ditanya: Dosa apakah yang paling besar ? Beliau menjawab: Engkau jadikan sekutu bagi Allah padahal Dia Yang telah menciptakanmu (HR. Bukhari dan Muslim).
Kata "nidd" dalam hadits di atas berarti sepadan atau sekutu sebagaimana terdapat dalam firman Allah SWT:
"karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui". ( QS. Al-Baqarah : 22)
Syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak terampuni, Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar". (QS.an Nisa' :48)
Allah sangatlah tidak suka dipersekutukan dengan sesuatu dalam beribadah kepada-Nya, karena hanya Dia sematalah yang berhak untuk diibadahi (disembah), ditakuti, dicintai, dan diharapkan, Allah swt berfirman:
"Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.". (QS. Al-Jin :18)
Jadi Allah tidak ridha terhadap perbuatan syirik, sebagaimana tidak ridha terhadap kekufuran, dalam surat az-Zumar : 7 dijelaskan:
"Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu ."( QS. Az-Zumar : 7 )
Karena itulah Allah swt mengutus para nabi dan rasul demi memerangi kekufuran dan kesyirikan, Allah berfirman:
" Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka." ( QS. Al-Baqarah :193)
B. MACAM-MACAM SYIRIK
Berdasarkan dalil-dalil dari kitab dan sunnah, syirik itu ada dua macam; syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar adalah menjadikan sekutu bagi Allah swt baik dalam ibadah maupun dalam rububiyah dan asma wa sifat-Nya. Artinya bahwa syirik ini bisa terjadi dalam uluhiyah Allah, bisa juga terjadi dalam rububiyah-Nya.
Contoh yang terjadi dalam uluhiyah Allah, seseorang yang berdo'a kepada selain Allah, misalnya ia berkata di atas kuburan salah seorang yang dianggap wali: "Wahai sang Wali fulan tolong gampangkan urusan saya", atau "Tolong lapangkan rizki saya" dsb. Adapun syirik yang terjadi dalam rububiyah Allah, maka seperti seseorang yang mengimani bahwa di alam raya ini ada tuhan selain Allah yang bisa menciptakan, menghidupkan, mematikan dsb. Pada dasarnya syirik dalam rububiyah ini hampir tidak terjadi, karena setiap orang, baik muslim maupun kafir sama-sama meyakini bahwa di alam raya ini hanya ada satu tuhan saja, kecuali segelintir orang seperti yang mengimani ada tuhan cahaya dan ada tuhan kegelapan, tetapi walaupun demikian mereka meyakini bahwa tuhan cahaya lebih utama. Orang kafir di zaman jahiliyah mereka menyekutukan Allah dalam Uluhiyah-Nya, karena itu mereka menyembah patung, berhala dsb, tetapi meskipun demikian mereka meyakini bahwa bumi beserta segala isinya adalah milik dan ciptaan Allah Yang Esa.
Allah berfiman :
"Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi", niscaya mereka menjawab:"Allah". ( QS. Az-Zumar:38 )
Syirik besar adalah dosa yang sangat besar dan tidak terampuni, artinya jika ada seseorang yang berbuat syirik lalu ia mati sebelum bertaubat, maka tidak diragukan lagi tempatnya adalah neraka.
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (QS.al-Maidah :72)
Adapun syirik kecil atau dikenal dengan syirik khafiy, maka hampir tidak seorangpun yang selamat darinya, sesuai dengan namanya "khafiy" artinya samar, karena itu dalam suatu riwayat Rasulullah menggambarkannya:
"Dari Abu Musa al-'Asy'ari, ia berkata :" Rasulullah berpidato di hadapan kami seraya bersabda ,' Wahai manusia sekalian takutlah kalian terhadap macam syirik yang satu ini ( syirik kecil ) karena ia lebih kecil ( samar ) dari pada langkah seekor semut !',kemudian Abu Musa bertanya , ' Bagaimana kami menghindarinya sedagkan ia lebih kecil dari pada langkah seekor semut wahai Rasul ? Beliau menjawab ,' Ucapkanlah Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu sedangkan kami tahu, dan kami mohon ampun-Mu dari yang tidak kami tahu."(HR. Ahmad dan Ibnu abi Syaibah).
Kalangan ulama mencontohkan syirik kecil ini dengan riya', artinya ingin dipuji orang lain, dan ini merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari, karena itu Rasulullah saw. bersabda:
Dari mahmud bin Lubaid, bahwasanya Rasulullah s bersabda : " Sesungguhnya yang paling aku takutkan terhadap kalian adalah syirik kecil, maka para sahabat bertanya , Apa syirik kecil itu wahai Rasul ?, beliau menjawab, ' Riya' , nanti di hari kiamat Allah akan berfirman kepada manusia ketika Dia memberikan pahala dan balasan atas segala amal perbuatan ; Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian harapkan pujiannya ketika kalian melakukan amalan selama di dunia ! dan lihatlah apakah kalian akan mendapatkan balasan dan pahala dari mereka ?"(HR. Ahmad).
C. BAHAYA SYIRIK
Apabila tauhid bisa mendatangkan berbagai macam buah dan manfaat, maka sebaliknya syirik yang merupakan lawan tauhid dapat menimbulkan banyak ekses negatif, bahaya dan kerusakannya antara lain:
1. Pelecehan martabat manusia
Ketika seseorang menyembah sesuatu selain Allah, artinya yang dia sembah itu makhluk yang tidak dapat memberikan manfaat atau madharat, dan bisa jadi yang menjadi sesembahan itu lebih hina dari pada penyembahnya, seperti binatang, bebatuan, pepohonan, sementara yang menyembahnya adalah manusia yang diberi akal sehat, nalar yang kuat, maka dengan perbuatannya itu masihkah ada kehormatan dan harga dirinya sebagai manusia yang punya banyak kelebihan seperti di atas ? dan apakah ada pelecehan terhadap martabat manusia yang lebih parah dari pada syirik ? .
2. Pembenaran khurafat
Ini terjadi manakala manusia berkeyakinan bahwa selain Allah ada yang bisa mendatangkan manfaat atau marabahaya, seperti keyakinannya kepada Allah. Kemudian dari kepercayaan ini lahirlah cerita-cerita khurafat, takhayyul, kisah-kisah batil yang tidak dapat diterima oleh akal sehat, serta tidak dapat dibenarkan oleh hati sanubari manusia.
3. Syirik adalah kedhaliman terbesar
Dengan jelas sekali Allah menerangkan bahaya syirik yang merupakan dosa terbesar, dalam firman-Nya :
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (QS.Luqman :13)
Mana ada kezaliman yang lebih besar dari pada balasan yang diberikan seorang hamba kepada Tuhan Yang telah menciptakannya, kemudian ia menyekutukan-Nya ? ibaratnya seseorang diberi hadiah tetapi bukannya ia berterimakasih pada yang memberinya, sebaliknya ia malah berpaling dan yang lebih menyakitkan lagi, ia berterimakasih kepada yang lain.
4. Syirik menyebarkan hal-hal negatif
Orang musyrik tidak mempunyai rasa percaya pada diri sendiri, setelah tidak percaya kepada Allah. Ia selalu mengandalkan sesuatu selain Allah, baik itu manusia, benda mati seperti ajimat, pusaka dll. Ia menjadikan manusia sebagai perantara untuk mencapai tujuannya, sakit pergi ke dukun, ingin naik jabatan pergi ke dukun, ingin banyak uang pergi ke kuburan si anu dll. Akibat dari itu semua timbul banyak penipuan, banyak dukun-dukun palsu, harta sesama dimakan dengan cara batil maraknya kasus pencabulan dan seabrek efek negatif yang lain.
5. Syirik mengantarkan ke neraka
Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa syirik merupakan dosa terbesar yang tiada lain balasannya adalah neraka, maka adakah sesuatu yang lebih berbahaya dari pada syirik.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun ". (QS. Al-Maidah :72)
Rasulullah saw. bersabda :
Dari Jabir, ra beliau berkata , " Kemudian ada seoranglaki-laki datang menghadap Rasulullah eraya bertanya : " Wahai Rasul apakah dua hal yang menghantarkan kepada sesuatu ?, maka beliau menjawab , ' Barang siapa yang mati tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatupun maka ia masuk syurga, dan barang siapa yang mati sedang ia menyekutukan Allah, maka ia masuk neraka." (HR. Muslim).
D. KESIMPULAN
Dari uraian di atas kini nyatalah bagi kita betapa berbahayanya dosa syirik.
Sebagai penutup rubrik, alangkah baiknya kalau kita ingat kembali uraian dari awal dalam bentuk kesimpulan sebagai berikut :
1. Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah, baik dalam kapasitas-Nya sebagai pencipta (rububiyah), maupun dalam kapasitas-Nya sebagai satu-satunya Dzat yang berhak menerima ibadah (uluhiyah).
2. Syirik terbagi menjadi dua; syirik besar, dan syirik kecil.
3. Syirik besar menyebabkan kekalnya seseorang dalam neraka.
4. Syirik banyak menimbulkan efek negatif dalam kehidupan manusia.
5. Nabi saw. mengajarkan kepada umatnya agar selalu berdo'a memohon perlindungan dari Allah agar terbebas dari dosa syirik.
Dan semoga setelah kita tahu hal ini kita dilindungi oleh Allah dari kemusyrikan baik yang kecil apalagi yang besar, baik yang kita tidak sadar, terlebih-lebih yang kita sadari, sebagaimana Rasulullah saw. selalu berdo'a dan menganjurkan para sahabatnya untuk meminta perlindungan dari Allah dari perbuatan syirik.
(sumber :Abu Yusuf M. al-Faiz, Lc.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar