Gejala flu babi seperti flu biasa pada umumnya: demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, sakit kepala, panas dingin, dan kelelahan. Beberapa orang dilaporkan muntah-muntah dan diare.
Bagaimana jika seseorang di keluarga saya kelihatannya sakit flu babi?
Flu babi ditularkan dari orang ke orang (melalui batuk dan bersin serta air ludah).
Pergilah ke dokter sesegera mungkin untuk melihat apakah pasien harus diuji/ di tes darahnya.
Apakah ada vaksin atau obat untuk memerangi ini flu
Tidak ada vaksin untuk flu babi. Tetapi ada obat antivirus - oseltamivir (Tamiflu) dan zanamivir (Relenza) - yang dapat membuat Anda merasa lebih baik jika Anda sakit dan dapat membantu mencegah infeksi.
Apakah ada cara untuk melindungi diri kita sendiri?
Mencuci tangan (dengan sabun atau alkohol berbasis cleanser) sesering mungkin.
Orang-orang yang batuk atau bersin harus ekstra hati-hati, mereka harus menggunakan masker untuk menutup mulut dan hidungnya juga mengisolasi diri dari lingkungan.
Virus H1N1 Lebih Ganas dari Perkiraan
Baru-baru ini tim peneliti internasional mengungkapkan bahwa virus H1N1 ( virus yang menyebabkan flu babi) ternyata lebih ganas dari yang selama ini diperkirakan.
Penelitian yang diketuai oleh virologis Yoshihiro Kawaoka menampilkan dengan detail gambar virus dan kualitas patogeniknya. Berbeda dengan yang selama ini diperkirakan, ternyata virus H1N1 mampu menginfeksi bagian dalam sel di paru-paru, yang akan mengakibatkan pneumonia dan pada beberapa kasus, kematian. Virus flu biasa hanya menginfeksi satu sel pada sistem pernapasan atas.
"Ada kesalahpahaman tentang virus ini," kata Kawaoka, profesor patobiologikal dari UW-Madison School of Veterinary Medicine. "Orang mengira patogen virus ini serupa dengan flu biasa. Hasil studi kami memberi bukti nyata bahwa ia berbeda," katanya.
Kemampuan virus itu menginfeksi paru-paru, kata Kawaoka, sama menakutkannya dengan pandemi virus lain, misalnya saja yang terjadi pada tahun 1918 yang membunuh 10 juta orang di akhir Perang Dunia I. Penelitian Kawaoka juga menunjukkan, orang yang lahir sebelum tahun 1918 memiliki antibodi untuk melawan virus H1N1 yang baru.
Karenanya, mungkin saja virus ini akan lebih berbahaya dari pandemi sekarang, mengingat kemampuan virus ini berevolusi menjadi bentuk baru. Selain itu, makin banyak orang tertular virus ini, makin besar peluang virus ini berubah jadi mematikan.
Dalam penelitiannya, Kawaoka dan timnya menginfeksi beberapa hewan percobaan dengan virus flu biasa dan virus flu yang jadi pandemi. Ternyata, virus H1N1 lebih mudah menggandakan diri pada sistem pernapasan dibandingkan dengan flu biasa, dan menyebabkan lesi pada paru-paru.
(sumber: kompas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar